Pembangunan Sumber Daya manusia (SDM) Indonesia harus
dilakukan secara berkesinambungan dalam kerangka siklus hidup manusia yang
dimulai dari dalam kandungan sampai lanjut usia. Untuk pembinaannya perlu
dilakukan sejak dini sesuai dengan siklus tersebut. Salah satu tahap yang amat
penting adalah tahap janin sampai anak berusia 2 tahun yang merupakan periode
paling kritis dalam menentukan kualitas hidup anak di masa yang akan datang.
Pada lima tahun pertama kehidupan, proses tumbuh kembang anak
berjalan sangat pesat. Para ahli mengatakan masa balita sebagai masa emas (golden age period), karena pada usia 0-2
tahun, perkembangan otak anak mencapai 80%. Di masa ini merupakan kesempatan
yang sangat baik untuk mengembangkan aspek-aspek dalam diri anak secara fisik,
emosional, sosial dan pengetahuan intelektualnya.
Parenting Education (PE) merupakan cara terbaik untuk
membangun karakter anak melalui kedua orangtuanya. Dari sini anak-anak mulai
belajar dan membentuk karakter. Karena itu para orangtua harus membekali diri
dengan Parenting Education. Peran
mereka menjadi penting karena sebelum bersekolah anak terlebih dahulu mengenal
orangtua.
Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena
kurangnya kasih saying orangtua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua
tidak tau bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orangtua adalah
orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi
anak-anak mereka. Untuk menjadi orang tua yang hebat tidaklah mudah. Tidak ada
kelas khusus secara formal bagi orangtua untuk mendidik dan membesarkan
anak-anaknya.
Perhatian terhadap pengasuhan anak terutama bagi anak usia
dini 0-6 tahun telah banyak dilakukan oleh berbagai sektor, baik pemerintah,
swasta maupun masyarakat. Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Presiden
No. 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif untuk
menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini yang mencakup upaya
peningkatan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan
dan rangsangan pendidikan yang dilakukan secara stimultan, sistematis,
menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan.
Bentuk nyata Pemerintah, dalam hal ini Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam mendukung pelaksanaan strategi
Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah melalui peningkatan
kapasitas dan kompetensi kader, masyarakat, penyelenggara dan tenaga pelayanan
dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan melalui kelompok Bina
Keluarga Balita (BKB), Posyandu dan Pos PAUD.
Bina Keluarga Balita (BKB) adalah wadah atau kelompok
kegiatan yang beranggotakan keluarga yang mempunyai anak balita, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan orangtua dan anggota keluarga lain dalam pengasuhan dan pembinaan
tumbuh kembang anak, dalam rangka memantapkan kesertaan, pembinaan dan kemandirian ber-KB
bagi pasangan usia subur (PUS) anggota kelompok.
BKB dicanangkan oleh BKKBN sejak
tahun 1984. Pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat sudah sejak lama
membina dan mengembangkan BKB sebagai wadah menimba ilmu serta bertukar pikiran
tentang keorangtuaan dan pengasuhan anak. Dengan aktif mengikuti kegiatan BKB
diharapkan orangtua memiliki bekal yang cukup untuk membantu anak-anaknya
menjalani masa balita dengan benar, baik dan menyenangkan sehingga upaya
pembinaan tumbuh kembang anak secara optimal bisa tercapai.
Semoga pengasuhan dalam kelompok BKB, Posyandu dan Pos PAUD
dapat berperan banyak untuk Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif
sehingga anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi anak yang bertaqwa, sehat,
cerdas, ceria, mandiri dan kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar