Sabtu, 28 Januari 2017

Bina Keluarga Balita (BKB)



Pembangunan Sumber Daya manusia (SDM) Indonesia harus dilakukan secara berkesinambungan dalam kerangka siklus hidup manusia yang dimulai dari dalam kandungan sampai lanjut usia. Untuk pembinaannya perlu dilakukan sejak dini sesuai dengan siklus tersebut. Salah satu tahap yang amat penting adalah tahap janin sampai anak berusia 2 tahun yang merupakan periode paling kritis dalam menentukan kualitas hidup anak di masa yang akan datang.
Pada lima tahun pertama kehidupan, proses tumbuh kembang anak berjalan sangat pesat. Para ahli mengatakan masa balita sebagai masa emas (golden age period), karena pada usia 0-2 tahun, perkembangan otak anak mencapai 80%. Di masa ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan aspek-aspek dalam diri anak secara fisik, emosional, sosial dan pengetahuan intelektualnya.
Parenting Education (PE) merupakan cara terbaik untuk membangun karakter anak melalui kedua orangtuanya. Dari sini anak-anak mulai belajar dan membentuk karakter. Karena itu para orangtua harus membekali diri dengan Parenting Education. Peran mereka menjadi penting karena sebelum bersekolah anak terlebih dahulu mengenal orangtua.
Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih saying orangtua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tau bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orangtua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Untuk menjadi orang tua yang hebat tidaklah mudah. Tidak ada kelas khusus secara formal bagi orangtua untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya.
Perhatian terhadap pengasuhan anak terutama bagi anak usia dini 0-6 tahun telah banyak dilakukan oleh berbagai sektor, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif untuk menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini yang mencakup upaya peningkatan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan dan rangsangan pendidikan yang dilakukan secara stimultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan.
Bentuk nyata Pemerintah, dalam hal ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam mendukung pelaksanaan strategi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi kader, masyarakat, penyelenggara dan tenaga pelayanan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Posyandu dan Pos PAUD.
Bina Keluarga Balita (BKB) adalah wadah atau kelompok kegiatan yang beranggotakan keluarga yang mempunyai anak balita, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dan anggota keluarga lain dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak, dalam rangka memantapkan  kesertaan, pembinaan dan kemandirian ber-KB bagi pasangan usia subur (PUS) anggota kelompok.
BKB dicanangkan oleh BKKBN sejak tahun 1984. Pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat sudah sejak lama membina dan mengembangkan BKB sebagai wadah menimba ilmu serta bertukar pikiran tentang keorangtuaan dan pengasuhan anak. Dengan aktif mengikuti kegiatan BKB diharapkan orangtua memiliki bekal yang cukup untuk membantu anak-anaknya menjalani masa balita dengan benar, baik dan menyenangkan sehingga upaya pembinaan tumbuh kembang anak secara optimal bisa tercapai.
Semoga pengasuhan dalam kelompok BKB, Posyandu dan Pos PAUD dapat berperan banyak untuk Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif sehingga anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi anak yang bertaqwa, sehat, cerdas, ceria, mandiri dan kreatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar