Jumat, 17 Februari 2017

Menjadi Orangtua Hebat dalam Mengasuh Anak


http://assets.kompasiana.com/items/album/2015/07/31/gambar-3-55bb4e68959773df09c75b62.jpg?v=600&t=o?t=o&v=700



Untuk menjadi orangtua yang hebat tentunya tidaklah mudah. Tidak ada kelas khusus secara formal bagi orangtua untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Padahal orangtua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka.

Kunci bagi suami istri bekerja dalam pengasuhan anak adalah KERJASAMA suami istri dengan PEMBAGIAN PERAN dan PENGAMBILAN KEPUTUSAN dalam pengasuhan anak. Dalam menuju keseimbangan hidup antara pekerjaan, rumah dan lingkungan, diperlukan KOMUNIKASI dan KOMITMEN bersama.

Jangan Paksa Anak dibawah 4 tahun untuk Calistung

Banyak orangtua jaman sekarang memasukan anak ke Taman Kanak-Kanak (TK) bahkan PAUD dengan tujuan makin dini mengajarkan anak belajar membaca, menulis dan menghitung (calistung) akan berdampak baik bagi masa depan anak.
Kemampuan yang diharapkan dimiliki anak usia TK sebenarnya adalah kemampuan berbahasa, perkembangan motorik halus, motorik kasar, kemampuan emosional, serta kemampuan sosial seperti berbagi dan bermain dengan teman-teman seusianya.
Anak TK belum wajib mengerti tentang calistung alias membaca, menulis, dan berhitung. Di bangku TK, materi ini biasanya dipelajari dasar-dasarnya saja. Misalnya mulai mengenalkan anak pada simbol huruf dan angka. Kalau pun anak berhitung, biasanya diberi media berupa benda-benda konkret.
Sebaiknya anak usia dibawah 4 tahun jangan belajar membaca, menulis dan menghitung (calistung). Mengapa demikian? Karena otak anak saat usia itu belum sempurna melakukan membaca, menulis dan perhitungan. Anak-anak di usia tersebut yang lebih banyak berkembang otak kanannya maka, pelajaran seperti seni (menggambar, mewarnai, tari, musik), latihan motorik halus/ kasar, olahraga, bermain dan bersosialisasi yang seharusnya menjadi porsi yang lebih utama.

Pemanfaatan TIK Dalam Pembelajaran



Tujuan akhir proses pendidikan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut upaya strategis yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas pendidikan dengan meningkatkan proses pembelajarannya. Pembelajaran yang berkualitas dapat dilihat dari segi proses dan hasilnya.
Proses pembelajaran yang berkualitas menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar dan memungkinkan siswa tertantang untuk mengkonstruksi pengetahuan, nilai, dan sikap dengan mudah, penuh motivasi dan menyenangkan. Sedangkan hasil pembelajaran yang berkualitas diantaranya ditandai dengan keefektifan, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran pada diri siswa sebagai subjek belajar.
Globalisasi memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan. Mulai dari pendidikan tatap muka yang konvensional kearah pendidikan yang lebih terbuka. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang terus dan tidak mungkin dapat dibendung, bahkan dapat melahirkan fitur-fitur baru dalam dunia pendidikan. TIK merupakan teknologi yang diperlukan untuk memproses informasi, terutama penggunaan komputer elektronik dan piranti lunak komputer, yang ditujukan untuk mengolah, menyimpan, melindungi, mentransmisikan, dan mencari informasi dari mana saja dan kapan saja.

JARDIKNAS Wahana pemanfaatan TIK untuk Pendidikan di Indonesia




 Kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau yang biasa disebut Information dan Comunication Technology (ICT) dalam kehidupan modern memiliki dampak yang signifikan terhadap cara kita hidup terlebih di dalam dunia pendidikan. Ada kesadaran yang luas bahwa perkembangan ini memiliki implikasi yang mendalam untuk pendidikan dalam rangka menuju perubahan. Karena pada dasarnya semua ingin meningkatkan kualitas dan efektifitas proses pembelajaran, dan salah satu sarana yang bisa dipakai adalah melalui ICT.
Sejalan dengan program pengembangan infrastruktur ICT, pada tahun 2006 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Mandikdasmen Depdiknas membangun infrastruktur jaringan online skala nasional untuk kebutuhan interkoneksi antar sekolah (Zona Sekolah) di setiap wilayah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Dalam perkembangannya, infrastruktur jaringan online tersebut juga dihubungkan ke seluruh kantor Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota/Kabupaten se-Indonesia sebagai simpul lokal JARDIKNAS di daerah (Zona Kantor Dinas). Dimana setiap kantor dinas pendidikan (sebagai simpul lokal) tersebut berkewajiban untuk mendistribusikan koneksi JARDIKNAS ke sekolah-sekolah termasuk Sekolah Menengah Kejuruan yang berfungsi sebagai ICT Center di daerah masing-masing.
Jejaring Pendidikan Nasional (JARDIKNAS) merupakan infrastruktur jaringan skala nasional yang menghubungkan seluruh institusi/lembaga pendidikan, kantor dinas pendidikan tingkat provinsi/kota/kabupaten, perguruan tinggi, dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Sejalan dengan program JARDIKNAS, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga turut mengembangkan infrastruktur jaringan skala nasional khusus antar perguruan tinggi yang disebut INHERENT (Indonesia Higher Education Network).

Kamis, 16 Februari 2017

Brain Based Learning



A.    Sekilas tentang Otak
OTAK kiri dan kanan memiliki fungsi yang berbeda. Perhatikan hal ini untuk mengetahui cara mengoptimalisasikan fungsi kedua otak demi kecerdasan anak. Otak kiri terutama mengendalikan aktivitas yang bersifat teratur, berurutan, rinci, sistematis, dan matematis. Otak kanan mengendalikan aktivitas yang bersifat berfikir divergen (meluas), imajinasi, ide-ide, kretivitas, emosi, musik, spiritual, intuisi, abstrak, bebas, dan simultan.
Selain nutrisi, stimulasi memegang peranan sangat penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak. Stimulasi diperlukan agar hubungan antar sel syaraf dan otak (sinaps) dapat berkembang.
“Penting untuk diingat bahwa sinaps akan menghilang secara spontan bila tidak digunaka. Karena itu, jika kita menginginkan anak dengan kecerdasan multiple harus dilakukan perangsangan (stimulasi) sejak dini dalam kandungan sampai umur tiga tahun terus-menerus, setiap hari, penuh kasih sayang, penuh kegembiraan bervariasi dan teratur, serta merangsang otak kiri dan kanan bersama-sama,” tutur Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, dalam seminar berjudul Nutrisi dan Stimulasi untuk Kecerdasan Anak.

Minggu, 12 Februari 2017

Pengembangan ICT Di Level Sekolah

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Globalisasi yang diiringi dengan perkembangan teknologi dan informasi telah merubah  wajah  dunia  bersama  konsekwensi   yang  menyertainya.   Di  era informasi ini, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat ruang dan waktu. Perubahan terus terjadi dan  akan  tetap  terjadi,  diminta  atau  tidak diminta, suka atau tidak suka, perubahan terus berjalan bersama waktu yang terus berputar. Kecepatan teknologi informasi dan komunikasi mempunyai peranan yang penting dalam menginformasikan perubahan, sehingga perubahan, berita atau apapun yang terjadi dimanapun secara global dalam hitungan detik sudah dapat kita ketahui.

Senin, 06 Februari 2017

Manjakan Anak

Cara menghancurkan anak paling mudah adalah dengan memanjakannya |
memudahkannya dalam semua hal, menyediakan baginya semuanya
mungkin orangtua berpikir "dulu aku boleh susah, anakku jangan sampai sama" |
jarang orangtua memahami, proses itu yang utama, bukan hasil
padahal susah itu yang membentuk seseorang, yang membuatnya tahan |
sementara kemudahan yang datang sebelum waktunya itu merusak