Seiring
dengan perkembangan zaman, anak-anak kita tumbuh dan berkembang di era layar.
Anak-anak kita terbiasa didepan layar, seperti layar HP, layar games, layar TV
dan layar komputer. Disatu sisi, anak-anak dituntut terampil dalam mengakses
teknologi tetapi disisi lain, anak juga mendapatkan akses negatif terhadap
penggunaan teknologi.
Masa
emas “golden age” anak usia dini
merupakan usia yang cocok untuk mengembangkan potensinya dengan optimal. Dengan
memanfaatkan ICT dalam pembelajaran anak usia dini, anak bisa melihat sesuatu
yang kongkret yang tidak bisa dihadirkan di kelas, misalnya gajah, gunung, dll.
Usia dini adalah anak mudah menyerap segala sesuatu yang ada di sekitarnya
seperti apa yang dilihatnya, termasuk segala sesuatu yang ada diperoleh melalui
penggunaan ICT (Information and Communications Technology) atau yang sering
disebut dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Ketika lebih banyak
sisi negatif dan banyak masalah yang ditimbulkan, maka dengan adanya ICT masa
depan anak akan terancam.
Dalam
pemanfaatan ICT perlu adanya penanaman nilai-nilai yang positif, karena dalam ICT
banyak sekali nilai-nilai yang dapat diambil oleh anak. Ketika anak tidak dapat
memilah apa yang dilihatnya maka akan berpengaruh pada daya pikir dan
perkembangan anak.
Dalam
perkembangannya, ICT sudah banyak sekali dimanfaatkan oleh anak-anak.
Permasalahan yang berhubungan dengan ICT pada pendidikan anak, yaitu:
1. Anak-anak sangat mudah untuk
mengakses segala sesuatu yang menggunakan ICT dalam bentuk “internet”.
2. Ketika hal-hal yang negatif muncul,
anak dapat meniru yang dilihatnya. Misalnya video atau gambar yang berbau kekerasan
dan pornografi.
3. Ketika anak sudah kecanduan dengan
pemanfaatan ICT, perkembangan anak mengalami permasalahan. Misalnya anak sulit
berinteraksi, anak lebih cenderung malas bergerak karena fokus pada penggunaan
ICT.
Tanda-tanda
bahwa anak sudah mulai kecanduan dengan media antara lain:
1.
Gejala
Fisik
a. Penglihatan berkurang
b. Migrain/ sakit kepala
c. Melewatkan makan
d. Kegagalan untuk mengurus kebersihan
pribadi (tidak mau mandi)
e. Perubahan dalam pola tidur
2.
Gejala
Psikologis
a. Suasana perasaan mudah berubah,
cepat marah, penuh kegelisahan, serta cepat bosan.
b. Permainan games digunakan sebagai
mekanisme pertahanan diri atau pelarian diri dari permasalahan dunia realitas
c. Melewatkan pekerjaan rumah tangga
untuk lebih nyaman dengan bermain internet (tidak mau membantu orangtua dalam
pekerjaan rumah tangga)
d. Kebiasaan anak untuk berbohong
kepada keluarga dan teman-teman tentang waktu yang dihabiskan untuk bermain
internet atau games.
Dari
manfaat dan masalah mengenai pemanfaatan ICT, maka tergambar jelas ketika anak
tidak dapat memanfaatkan ICT dengan baik maka anak akan memperoleh sisi negatif
dari ICT. Dengan begitu anak akan menjadi individu yang kurang berkembang
disegala aspeknya.
Solusi
yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak negatif penggunaan ICT pada anak
antara lain:
1. Memberikan pemahaman kepada anak,
menanamkan nilai-nilai moral pada anak dari hal terkecil terlebih dahulu.
Pendidikan anak usia dini harus membentuk anak yang terbiasa untuk hidup dengan
mengembangkan karakternya.
2. Memberikan pemahaman kepada orang
tua tentang peranan ICT pada anak, termasuk mengenai akses internet dan nilai
apa saja yang terdapat dalam internet.
3. Orang tua harus mampu
mengkomunikasikan pemanfaatan yang baik pada penggunaan ICT untuk anak-anaknya.
4. Penggunaan ICT pada anak perlu
dibatasi dan dikontrol oleh orangtua.
5. Menawarkan kegiatan aktif bagi
anak-anak yang dapat berfungsi sebagai liburan dan olahraga.
6. Menyediakan waktu kebersamaan di
waktu luang keluarga.
7. Menggunakan kitab suci dan
pendalaman agama yang baik sebagai pedoman anak dalam melakukan segala
kegiatannya.
8. Untuk pendidik, perlu adanya
pemahaman mengenai penanaman nilai-nilai moral dan pengembangan karakter anak
melalui kegiatan pembiasaan pada anak.
9. Untuk yang lebih luas, perlu adanya
pengaturan dari pemerintah mengenai pemanfaatan internet. Tidak hanya internet,
IT lain seperti televisi harus ada pengaturannya. Beberapa hal yang dapat
dilakukan, yaitu:
a. Dari segi pemanfaatan internet harus
ada pembatasan mengenai akses internet yang dapat di akses oleh anak;
b. Untuk televisi harus ada pembatasan
penayangan program-program televisi yang memang mengandung unsur negatif;
c. Bahkan dapat dibuat password pada
tayangan televisi atau akses internet yang mengandung unsur negative dan
d. Diatur jam dalam
penayangan-penayangan film yang baik di tonton oleh anak dan orang dewasa.
Mantap.. :)
BalasHapus