Jumat, 17 Februari 2017

Jangan Paksa Anak dibawah 4 tahun untuk Calistung

Banyak orangtua jaman sekarang memasukan anak ke Taman Kanak-Kanak (TK) bahkan PAUD dengan tujuan makin dini mengajarkan anak belajar membaca, menulis dan menghitung (calistung) akan berdampak baik bagi masa depan anak.
Kemampuan yang diharapkan dimiliki anak usia TK sebenarnya adalah kemampuan berbahasa, perkembangan motorik halus, motorik kasar, kemampuan emosional, serta kemampuan sosial seperti berbagi dan bermain dengan teman-teman seusianya.
Anak TK belum wajib mengerti tentang calistung alias membaca, menulis, dan berhitung. Di bangku TK, materi ini biasanya dipelajari dasar-dasarnya saja. Misalnya mulai mengenalkan anak pada simbol huruf dan angka. Kalau pun anak berhitung, biasanya diberi media berupa benda-benda konkret.
Sebaiknya anak usia dibawah 4 tahun jangan belajar membaca, menulis dan menghitung (calistung). Mengapa demikian? Karena otak anak saat usia itu belum sempurna melakukan membaca, menulis dan perhitungan. Anak-anak di usia tersebut yang lebih banyak berkembang otak kanannya maka, pelajaran seperti seni (menggambar, mewarnai, tari, musik), latihan motorik halus/ kasar, olahraga, bermain dan bersosialisasi yang seharusnya menjadi porsi yang lebih utama.

Tapi bagaimana dengan tuntutan sekolah yang mewajibkan anak sudah harus bisa baca dan tulis dan berhitung? Sebenarnya belajar membaca, menulis, dan menghitung bisa-bisa saja, yang penting cara pembelajarannya. Jika cara pembelajaran melibatkan penggunaan otak kanan, maka akan terasa mudah bagi anak. Untuk anak playgroup bisa dimulai dengan yang paling sederhana yaitu pengenalan, menggunakan cara dan media yang melibatkan otak kanan, misalnya mewarnai huruf atau kata sambil mengenal huruf dan kata biarkan anak berkembang sesuai kebutuhannya, sesuai dengan usianya.
Kalau anak dibawah 4 tahun dipaksa belajar membaca, menulis, dan berhitung, bahayanya karena penangkapannya masih kurang, justru membuat emosi orangtua. Apalagi kalau sampai orangtua mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan ketakutan, itu sangat membahayakan perkembangan otak. Sebaiknya usai 1-4 tahun adalah bukan memberikan pelajaran calistung tapi belajar mengelola emosi dan membentuk perilaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar