Tujuan akhir proses
pendidikan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai
tujuan tersebut upaya strategis yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas
pendidikan dengan meningkatkan proses pembelajarannya. Pembelajaran yang
berkualitas dapat dilihat dari segi proses dan hasilnya.
Proses pembelajaran
yang berkualitas menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar dan
memungkinkan siswa tertantang untuk mengkonstruksi pengetahuan, nilai, dan
sikap dengan mudah, penuh motivasi dan menyenangkan. Sedangkan hasil
pembelajaran yang berkualitas diantaranya ditandai dengan keefektifan,
efisiensi, dan daya tarik pembelajaran pada diri siswa sebagai subjek belajar.
Globalisasi memicu
kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan. Mulai dari pendidikan tatap
muka yang konvensional kearah pendidikan yang lebih terbuka. Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang terus dan tidak mungkin dapat
dibendung, bahkan dapat melahirkan fitur-fitur baru dalam dunia pendidikan. TIK
merupakan teknologi yang diperlukan untuk memproses informasi, terutama
penggunaan komputer elektronik dan piranti lunak komputer, yang ditujukan untuk
mengolah, menyimpan, melindungi, mentransmisikan, dan mencari informasi dari mana
saja dan kapan saja.
Perangkat TIK yang
dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran adalah PC,
komputer, internet, intranet, LCD projector, printer, televisi, telepon, dan
radio. Walaupun penggunaan komputer ditekankan, namun TIK bukan hanya sebatas
pada penggunaan alat-alat elektronik yang canggih seperti pemanfaatan komputer
internet, melainkan juga mencakup alat-alat yang konvensional seperti bahan
cetakan, kaset audio, Overhead Transparancy (OHT)/Overhead Projector (OHP),
bingkai suara (sound slides), radio, dan televisi.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran perlu didasari oleh:
1. Karakteristik peserta didik,
pendidik, dan tenaga kependidikan.
2. Memperkuat minat dan motivasi siswa
untuk meningkatkan dirinya, baik dari segi intelektual, spiritual (rohani),
sosial, maupun ragawi.
3. Menumbuhkan kesadaran dan keyakinan
akan pentingnya kegiatan berinteraksi langsung dengan manusia (tatap muka),
dengan lingkungan sosial-budaya (pertemuan, museum, tempat bersejarah), dan
lingkungan alam (penjelahan) agar mampu memelihara nilai-nilai sosial dan
humaniora (seni dan budaya), dan kecintaan terhadap alam sebagai anugerah dari
Tuhan Yang Maha Esa.
4. Pemanfaatan TIK hendaknya menjaga
bahwa siswa tetap dapat mengapresiasi teknologi komunikasi yang sederhana.
5. Mendorong pengguna (siswa, guru) untuk menjadi
lebih kreatif dan inovatif.
Pemilihan media
pembelajaran yang tepat dapat menarik minat siswa untuk belajar dan
menghasilkan hasil belajar yang meningkat sesuai dengan yang diharapkan. Peran
guru sebagai pendidik sangat penting, guru memilih metode pembelajaran dan
media pembelajaran yang beragam dan tepat (sesuai dengan tujuan pembelajaran) sehingga
dapat memotivasi siswa untuk belajar. Guru harus menguasai teknologi informasi
dan komunikasi serta dapat menciptakan media pembelajaran yang tepat agar siswa
pun tidak jenuh dalam menerima pelajaran.
Sistem pengajaran
berbasis multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara dan video)
dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton dan
memudahkan penyampaian. Siswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri
dengan menggunakan computer yang dilengkapi program berbasis multimedia.
Sekarang juga sudah banyak perangkat lunak yang tergolong edutainment yang merupakan perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment
(hiburan).
Jika dirancang dengan
benar produk TIK dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran baik sebagai alat bantu
belajar, alat bantu interaksi belajar-mengajar, maupun alat bantu atau sumber
belajar mandiri bagi peserta didik. Beberapa contoh pemanfaatan TIK dalam
pembelajaran antara lain adalah pemanfaatan program audio pembelajaran, program
video pembelajaran, pemanfaatan TV-edukasi, pemanfaatan jejaring sosial, dan e-learning.
Teknologi internet ikut
berperan dalam menciptakan e-learning
atau pendidikan jarak jauh. Kuliah tidak lagi dilakukan dengan suasana kelas
dimana mahasiswa dan dosen bertemu. Kuliah dapat dilaksanakan dengan mengakses
modul-modul kuliah dari jarak jauh. Begitu pula untuk pengiriman tugas dan
berdiskusi. Para mahasiswa dengan leluasa dapat mengatur waktu untuk belajar,
kapan saja dan dimana saja. TIk dapat meningkatkan kualitas pendidikan, membantu mempersiapkan individu memasuki
dunia kerja, dan membantu mentransformasi lingkungan belajar menjadi lingkungan
yang berpusat pada siswa.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran perlu dirancang, direncanakan,
dilaksanakan dan dievaluasi. Dalam pembelajaran PAUD fungsi TIK
adalah sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, sebagai bahan pembelajaran
dan sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai kompetensi tertentu. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran
PAUD sebaiknya digunakan hanya oleh pendidik atau guru PAUD dan harus
mempertimbangkan proses tumbuh kembang anak berdasarkan usianya. TIK
yang dimanfaatkan dalam pembelajaran PAUD adalah audio dan video player, komputer
dan internet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar