Jumat, 17 Februari 2017

Pemanfaatan TIK Dalam Pembelajaran



Tujuan akhir proses pendidikan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut upaya strategis yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas pendidikan dengan meningkatkan proses pembelajarannya. Pembelajaran yang berkualitas dapat dilihat dari segi proses dan hasilnya.
Proses pembelajaran yang berkualitas menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar dan memungkinkan siswa tertantang untuk mengkonstruksi pengetahuan, nilai, dan sikap dengan mudah, penuh motivasi dan menyenangkan. Sedangkan hasil pembelajaran yang berkualitas diantaranya ditandai dengan keefektifan, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran pada diri siswa sebagai subjek belajar.
Globalisasi memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan. Mulai dari pendidikan tatap muka yang konvensional kearah pendidikan yang lebih terbuka. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang terus dan tidak mungkin dapat dibendung, bahkan dapat melahirkan fitur-fitur baru dalam dunia pendidikan. TIK merupakan teknologi yang diperlukan untuk memproses informasi, terutama penggunaan komputer elektronik dan piranti lunak komputer, yang ditujukan untuk mengolah, menyimpan, melindungi, mentransmisikan, dan mencari informasi dari mana saja dan kapan saja.
Perangkat TIK yang dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran adalah PC, komputer, internet, intranet, LCD projector, printer, televisi, telepon, dan radio. Walaupun penggunaan komputer ditekankan, namun TIK bukan hanya sebatas pada penggunaan alat-alat elektronik yang canggih seperti pemanfaatan komputer internet, melainkan juga mencakup alat-alat yang konvensional seperti bahan cetakan, kaset audio, Overhead Transparancy (OHT)/Overhead Projector (OHP), bingkai suara (sound slides), radio, dan televisi.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran perlu didasari oleh:
1.      Karakteristik peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
2.   Memperkuat minat dan motivasi siswa untuk meningkatkan dirinya, baik dari segi intelektual, spiritual (rohani), sosial, maupun ragawi.
3.      Menumbuhkan kesadaran dan keyakinan akan pentingnya kegiatan berinteraksi langsung dengan manusia (tatap muka), dengan lingkungan sosial-budaya (pertemuan, museum, tempat bersejarah), dan lingkungan alam (penjelahan) agar mampu memelihara nilai-nilai sosial dan humaniora (seni dan budaya), dan kecintaan terhadap alam sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
4. Pemanfaatan TIK hendaknya menjaga bahwa siswa tetap dapat mengapresiasi teknologi komunikasi yang sederhana.
5.       Mendorong pengguna (siswa, guru) untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat menarik minat siswa untuk belajar dan menghasilkan hasil belajar yang meningkat sesuai dengan yang diharapkan. Peran guru sebagai pendidik sangat penting, guru memilih metode pembelajaran dan media pembelajaran yang beragam dan tepat (sesuai dengan tujuan pembelajaran) sehingga dapat memotivasi siswa untuk belajar. Guru harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi serta dapat menciptakan media pembelajaran yang tepat agar siswa pun tidak jenuh dalam menerima pelajaran.
Sistem pengajaran berbasis multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara dan video) dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton dan memudahkan penyampaian. Siswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan computer yang dilengkapi program berbasis multimedia. Sekarang juga sudah banyak perangkat lunak yang tergolong edutainment yang merupakan perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan).
Jika dirancang dengan benar produk TIK dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran baik sebagai alat bantu belajar, alat bantu interaksi belajar-mengajar, maupun alat bantu atau sumber belajar mandiri bagi peserta didik. Beberapa contoh pemanfaatan TIK dalam pembelajaran antara lain adalah pemanfaatan program audio pembelajaran, program video pembelajaran, pemanfaatan TV-edukasi, pemanfaatan jejaring sosial, dan e-learning.
Teknologi internet ikut berperan dalam menciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Kuliah tidak lagi dilakukan dengan suasana kelas dimana mahasiswa dan dosen bertemu. Kuliah dapat dilaksanakan dengan mengakses modul-modul kuliah dari jarak jauh. Begitu pula untuk pengiriman tugas dan berdiskusi. Para mahasiswa dengan leluasa dapat mengatur waktu untuk belajar, kapan saja dan dimana saja. TIk dapat meningkatkan kualitas pendidikan,  membantu mempersiapkan individu memasuki dunia kerja, dan membantu mentransformasi lingkungan belajar menjadi lingkungan yang berpusat pada siswa. 

Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran perlu dirancang, direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi. Dalam pembelajaran PAUD fungsi TIK adalah sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, sebagai bahan pembelajaran dan sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai kompetensi tertentu. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran PAUD sebaiknya digunakan hanya oleh pendidik atau guru PAUD dan harus mempertimbangkan proses tumbuh kembang anak berdasarkan usianya. TIK yang dimanfaatkan dalam pembelajaran PAUD adalah audio dan video player, komputer dan internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar