Kehadiran
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau yang biasa disebut Information dan Comunication Technology (ICT)
dalam kehidupan modern memiliki dampak yang signifikan terhadap cara kita hidup
terlebih di dalam dunia pendidikan. Ada kesadaran yang luas bahwa perkembangan
ini memiliki implikasi yang mendalam untuk pendidikan dalam rangka menuju
perubahan. Karena pada dasarnya semua ingin meningkatkan kualitas dan
efektifitas proses pembelajaran, dan salah satu sarana yang bisa dipakai adalah
melalui ICT.
Sejalan
dengan program pengembangan infrastruktur ICT, pada tahun 2006 Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Mandikdasmen Depdiknas membangun
infrastruktur jaringan online skala nasional untuk kebutuhan
interkoneksi antar sekolah (Zona Sekolah)
di setiap wilayah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Dalam perkembangannya,
infrastruktur jaringan online tersebut juga dihubungkan ke seluruh
kantor Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota/Kabupaten se-Indonesia sebagai simpul
lokal JARDIKNAS di daerah (Zona Kantor Dinas). Dimana setiap kantor dinas pendidikan
(sebagai simpul lokal) tersebut berkewajiban untuk mendistribusikan koneksi
JARDIKNAS ke sekolah-sekolah termasuk Sekolah
Menengah Kejuruan yang berfungsi sebagai ICT Center di daerah
masing-masing.
Jejaring
Pendidikan Nasional (JARDIKNAS) merupakan infrastruktur jaringan skala
nasional yang menghubungkan seluruh institusi/lembaga pendidikan, kantor dinas
pendidikan tingkat provinsi/kota/kabupaten, perguruan tinggi, dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Sejalan dengan program JARDIKNAS,
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga turut
mengembangkan infrastruktur jaringan skala nasional khusus antar perguruan
tinggi yang disebut INHERENT (Indonesia Higher Education Network).
INHERENT
merupakan jaringan Perguruan Tinggi Indonesia, yaitu jaringan teknologi
informasi dan komunikasi yang menghubungkan setiap perguruan tinggi di
Indonesia. Jaringan ini dirancang untuk akan menghubungkan seluruh perguruan
tinggi yang ada di Indonesia pada masa yang akan datang. Pada awalnya jaringan
ini dimulai dengan menghubungkan 32 perguruan tinggi yang berlokasi di setiap
propinsi di Indonesia, dan Dikti Jakarta. Perguruan-perguruan tinggi ini
mengelola simpul-simpul lokal, dimana simpul lokal
tersebut mendistribusikan koneksi atau aksesnya ke perguruan tinggi lain di
wilayah masing-masing dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada Dikti.
Perguruan Tinggi yang bukan merupakan simpul lokal dapat terhubung ke INHERENT
dengan mengajukan permohonan tertulis kepada simpul lokal terdekat yang
tersebar di seluruh Propinsi yang ditembuskan ke Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi.
Koneksi Inherent diutamakan untuk
kepentingan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Untuk pemenuhan kebutuhan
tersebut, Inherent terbuka bagi koneksi dengan institusi riset dan pemerintah
daerah. Pemerintah daerah (Pemda/Pemkot/Pemprop) baik tingkat propinsi maupun
tingkat kabupaten kota dapat memanfaatkan atau bergabung dengan INHERENT.
Pemanfaatan ini khususnya untuk menunjang program-program pendidikan yang ada
di masing-masing Pemda/Pemkot/Pemprop.
Pada bulan Maret 2007,
infrastruktur JARDIKNAS diresmikan oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono pada acara pembukaan konferensi regional antar Menteri Pendidikan se
Asia Tenggara di Bali (SEAMEO – South East Asian Ministry Of Education).
Akhir Mei 2007, Komisi X DPR
RI melakukan evaluasi terhadap program Teknologi Informasi dan Komunikasi di
lingkungan Depdiknas. Hasil evaluasi tersebut mengamanahkan untuk
mengintegrasikan secara utuh keberadaan infrastruktur jaringan online di
lingkungan DEPDIKNAS (JARDIKNAS dan INHERENT) agar berjalan dengan lebih
efektif dan efisien.
Pada Agustus 2007 program integrasi
tersebut secara resmi menggunakan satu istilah saja yaitu: JARDIKNAS (Jejaring
Pendidikan Nasional). Dimana infrastruktur INHERENT yang sebelumnya berdiri
sendiri, sekarang telah terintegrasi secara utuh bagian dari JARDIKNAS (zona
Perguruan Tinggi). Secara umum pada Jardiknas dibagi menjadi 4 (empat) zona
jaringan yang didasarkan pada kondisi geografis, ketersediaan teknologi, skala
kebutuhan, fungsi dan manfaat program Jardiknas untuk setiap institusi dan
komunitas pendidikan yaitu:
1. Zona
Kantor Dinas Pendidikan/Institusi (DiknasNet)
Meliputi:
kantor-kantor dinas pendidikan baik di tingkat pusat, propinsi hingga kota/kab.
Fungsi
utama Jardiknas pada zona Kantor Dinas/Institusi sebagai media untuk transaksi
data online sistem informasi administrasi dan manajemen pendidikan.
2. Zona
Perguruan Tinggi (INHERENT)
Meliputi:
seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.
Fungsi
utama Jardiknas pada zona Perguruan Tinggi sebagai media untuk riset dan
pengembangan IPTEKS serta pembelajaran elektronik berbasi Teknologi Informasi
dan Komunikasi.
3. Zona
Sekolah (SchoolNet)
Meliputi:
seluruh sekolah formal maupun non formal baik negeri maupun swasta di seluruh
jenjang (TK, SD, SLTP, SLTA).
Fungsi
utama Jardiknas pada zona Sekolah sebagai media akses informasi dan pengetahuan
serta pembelajaran elektronik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
4. Zona
Persona/ Guru dan Siswa (TeacherNet and StudentNet)
Meliputi:
akses personal untuk Guru, Dosen, Karyawan, Siswa dan Mahasiswa di institusi
pendidikan se-Indonesia.
Fungsi
utama Jardiknas pada zona Personal/Guru dan Siswa sebagai media komunikasi dan
akses informasi pendidikan.
Tujuan dan fungsi utama Jaringan Pendidikan Nasional adalah untuk
meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi
dan komunikasi (TIK). Pemanfaatan TIK dalam pendidikan juga diharapkan dapat memacu penggunaan
sumber daya secara bersama, baik berupa sumber daya informasi (perpustakaan
digital, pangkalan data), sumber daya komputasi (komputer atau piranti elektronik
lainnya yang terhubung pada jaringan), dan sumber daya manusia. Penerapan
JARDIKNAS antara lain untuk video conference atau video streaming (yang
memerlukan bandwith dan akses internet tinggi), e-learning, termasuk juga
penyebaran file ISO dan repository distribusi (distro) GNU/Linux dan FOSS. Pembelajaran semacam ini dapat
diintegrasikan sebagai bagian integral dari kurikulum akademik dan
pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar